Refleksi Awal 2025: Ketekunan, Konsistensi, dan Perjalanan Level Up! 🎊
Selamat tahun baru 2025 🥳🥳🥳🥳🥳
Semoga 2025 kita semua menjadi diri yang lebih baik dan penuh syukur 🤲
Tulisan ini masih bagian dari resep sukses ala aku, jika belum baca dan kepo cek disini yaaaa, tapi ini boleh aku spill kontennya:
📝 Resep Sukses ala Yeni:
🥘 Bahan Wajib:
- Goal Setting (biar tau mau masak apa)
- Benchmarking (tips dari master chef!)
- Perencanaan (prep yang mateng)
🧂 Bumbu Wajib:
- Kerja Cerdas (teknik masak yang efisien)
- Konsistensi (api kompor yang stabil)
- Fleksibilitas (bisa improvise kalo ada yang kurang)
🎨 Topping Spesial:
- Networking (sharing resep sama temen chef)
- Manajemen Waktu (timing yang pas)
- Sikap Positif (happy cooking!)
Diawal tahun ini, rasanya penuh semangat. Syukur tiada henti kepada Allah S.W.T atas semua yang terjadi pada diri ini hingga saat ini, mohon ampun kepadaNya pula atas segala khilaf yang telah diri ini lakukan.
Mungkin orang lain banyak yang menyebut pencapaian sampai saat ini, tapi rasanya saya kok malu menyebutnya pencapaian. Jelas terasa semua karena Allah mudahkan 🤲
Mudah menjalani aktifitas hari demi hari, Allah berikan rasa yang ringan menjalani hari demi hari ini, meskipun mungkin tidak mudah, tapi Allah tidak memberikan rasa lelah. Sehingga mudah pula untuk tekun dan konsisten di jalan hidup ini. Tidak ada rasa berat.
Banyak orang bertanya bagaimana saya bisa begini (begini YTTA 😅) mungkin maksutnya kuliah lancar, keluarga aman, aktifitas padat dan tetap happy. Saya rasa, saya orang normal. Sama seperti orang lain yang ada tantangannya. Namun mungkin juga saya orang yang tidak normal karena ketekunan saya. Di saat orang-orang sudah berhenti, jika saya melihat masih relevan saya akan tetap kerjakan meskipun jalan berliku, berkelok-kelok, dan mungkin orang lain tidak bisa melihat ujungnya. Ini refleksi saya melihat tahun 2024 dan sebelumnya yang telah saya lalui.
2024 ini banyak skill baru yang sebelumnya tidak terbayang saya bisa, contohnya nulis paper terindeks scopus. Dulu tak pernah terbayang akan terjun dalam penelitian dengan "benar", rasanya masuk kasta terendah dosen yang nggak nulis dan nggak riset (tapi sibuk di manajemen kampus). Diawali belajar nulis terbit di sinta 2, eh sekarang alhamdulillah artikel pertama di conference internasional accepted tanpa revisi. Sedang proses artikel kedua di jurnal Q1 rejected for resubmit, dengan revisi minor. Buah dari duduk didepan komputer lebih dari 5 jam sehari.
setelah itu, terasa "eh aku bisa juga ya". Btw, Malcolm Gladwell menulis dalam bukunya "Outliers" tentang konsep 10,000 jam latihan untuk mencapai level master dalam suatu bidang. Meskipun angka pastinya bisa diperdebatkan, pointnya adalah: tidak ada jalan pintas menuju keahlian.
Dengan konsep 10,000 jam latihan, jelas bahwa tidak ada yang bisa instan dalam mencapai keahlian. Setiap jam yang dihabiskan untuk belajar, berlatih, dan memperbaiki diri adalah investasi untuk mencapai tujuan. Ketekunan dan konsistensi dalam melakukan sesuatu yang sama setiap hari, meskipun terlihat sepele, pada akhirnya akan menghasilkan buah yang manis.
Alhamdulillah aku tau bedanya kapan jalan terus dan kapan berhenti. Mungkin meninggalkan rutinitas manajemen kampus setelah 14 tahun saya tekuni terlihat menyerah pada keadaan. Tapi semakin kesini, ternyata saya tetap di jalan itu meskipun dengan sudut pandang dan pendekatan yang lain, karena cara lama sudah tidak relevan lagi.
Btw, ini hasil refleksiku selama 2024 sampai bisa merasakan "eh aku bisa juga ya" :
1. Menikmati Prosesnya (Happy Cooking!):
Perjalanan menuju kesuksesan itu sama pentingnya dengan hasil akhirnya. Mesikipun aku dosen dengan kasta terendah yang nggak pernah nulis dan riset, alhamdulillah move on dan nggak berlarut-larut minder. Aku affirmasi diriku, ini adalah hal yang menyenangkan. Kalau ada godaan nonton drakor dulu, hayuk lah nonton. Ngerjain sambil karaoke sendiri, Ngerjain sambil nonton podcast, sambil nonton lawak, mendadak bikin konten, nyetatus termasuk nulis blog ini dan lain-lain (lebih banyak ngerjain godaannya yaaa) hehehehe. Tapi tau takaranya Jadinya, proses belajar nulis paper bisa lebih menyenangkan, deh!"
2. Rayakan Setiap Kemajuan (Small Wins!):
Bagian iniiii 🤣🤣🤣🤣 ..... Aku merayakan setiap naik turun oksitosin yang menyeruak bisasanya dengan update sosial media. Meskipun itu hal kecil dan remeh temeh seperti hasil eksperimen dari erorr ke works well, progress nambah 0.01 persen. Itu hal kecil apalagi hal besar seperti halan halan ke korea jelas flexing donk 🤣🤣🤣🤣. Yang seperti ini ampuh buaanget buat bikin tetap on fire 🔥🔥🔥🔥!"
3. Temukan Support System (Sharing is Caring!):
Alhamdulillah, berkat kebiasaan benchmarking, aku tau persis dimana tempat yang tepat meluapkan emosi. tapi paling banyak suami sih ... haahhahah. Kalau lagi buntu soal teknis disertasi ada si A, kalau pas lagi bingung release atau medefinisikan ini emosi apa ada psikolog gratisan hehehheh dan lain-lain. Hal ini penting untuk senantiasa sehat jiwa dan raga.
4. Istirahat Itu Perlu (Recharge Your Battery!):
Istirahat sama pentingnya dengan bekerja keras, walaupun curi-curi waktu hehehehe. misalnya pas anak anak minta gegoleran yaaah, gass lah selamat menikmati gegoleran dengan ikhlas 🥳🥳🥳🥳🥳. Istirahat tidak selalu dalam bentuk tidur, bisa jadi hanya pindah fokus ajaa
5. Goal Setting dan Perencanaan: Pondasi Konsistensi:
Jangan Lupaaaaaaa "Goal Setting" dan "Perencanaan" yang tepat membantu membangun konsistensi. At least kita tau, ini ada ujungnya 😆.
Well, itu cerita akuu. Bisa jadi kamu beda, temukan caramu sendiri yaaa. Kalau sudah ketemu insyallah wuuuussh 🚀
My First Selfie in 2025

Komentar
Posting Komentar