Level Up Skill Riset: Mulai dari Menguasai Informasi Dasar Riset Ini

Holaa, Yeni disini! 👋


Tulisan ini adalah bagian dari seri informasi dasar penelitian.

Series lengkap tentang fundamental riset:

📍 Informasi Dasar Riset  [tulisan ini]

📍 Studi Literatur 

📍 Metodologi Penelitian 


Tulisan kali ini merupakan informasi dasar tentang riset. termasuk di dalamnya penelitian akademik baik penelitian Tugas Akhir, Thesis, Disertasi hingga Penelitian yang dikerjakan oleh dosen sebagai akademisi. Semoga bisa saya jelaskan dengan simpel dan mudah dipahami. Kita bakal bahas mulai dari apa itu penelitian sampai gimana cara mulainya.

Penelitian itu apa ?

Simpelnya penelitian itu "Proses Menemukan Jawaban Atas Sebuah Pertaanyaan". Inget ada proses ya.. jadi sebuah pertanyaan tidak dijawab berdasarkan asumsi saja. Penelitian disebut juga riset yang berasal dari kata research (re = kembali, search = mencari).

Well, pertanyaan berikutnya riset seperti apa yang berkualitas ? 

Riset berkualitas yang paling dasar adalah diawali Pertanyaan yang original dan fresh, belum ada yang jawab sebelumnya dan Proses menemukan jawabnya kokoh, jelas dan bisa dipraktekan kembali oleh orang lain. Jadi semakin original dan fresh pertanyaannya dan semakin kokoh dan aplicabel semakin berkualitas riset tersebut. Oleh karena itu riset digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan karena dapat menghasilkan jawaban-jawaban yang merupakan pengetahuan baru. 


Riset sudah dilakukan sejak era Aristoteles (384-322 SM) yang  memperkenalkan metode ilmiah yang sistematis.  Udah lama banget kan ? jadi sekarang gimana kalau mau riset berkualitas ? Tentu saja saat ini riset sudah berkembang sangat pesat mulai dari pertanyaan sampai proses menemukan jawabannya. Sehingga riset tidak lagi sesederhana pertanyaan dan proses menjawab saja. Pertanyaan risetnya makin kompleks, dengan metode riset yang makin beragam, dan tentu saja, dampaknya juga makin luas (riset advenced).

Siapa Saja yang Melakukan Riset?

Riset bisa dilakukan oleh Mahasiswa (skripsi, tesis, disertasi), Dosen dan akademisi, Praktisi dan profesional, Peneliti di lembaga riset. Untuk memahaminya lebih lanjut, simak tabel perbedaannya berikut:

Peneliti

Tujuan

Kedalaman

Originalitas

Hasil

Kolaborasi

Mahasiswa S1

- Membuktikan pemahaman metodologi riset dasar
- Menyelesaikan masalah sederhana
- Syarat kelulusan S1

- Dasar/fundamental - Fokus pada satu aspek spesifik
- Analisis sederhana

- Minimal Dapat mereplikasi riset yang ada
- Kontribusi kecil pada bidang ilmu

- Laporan riset (Skripsi)
- Artikel ilmiah sederhana

- Minimal  Pembimbing utama
- Pembimbing pendamping

Mahasiswa S2

- Mengembangkan teori/konsep yang ada
- Memberikan solusi untuk masalah kompleks
- Syarat kelulusan S2

- Lebih mendalam - Multi aspek - Analisis kompleks

- Moderat
- Pengembangan dari teori yang ada
- Kontribusi signifikan pada bidang ilmu

- Tesis
- Artikel ilmiah bereputasi
- Possible paten

- Tim pembimbing
- Possible kolaborasi eksternal

Mahasiswa S3

- Menemukan teori/konsep baru
- Memberikan kontribusi original pada bidang ilmu
- Syarat kelulusan S3

- Sangat mendalam
- Komprehensif
- Analisis sangat kompleks

- Tinggi
- Harus original
- Kontribusi baru pada bidang ilmu

- Disertasi
- Multiple artikel ilmiah bereputasi
- Paten/HKI

- Ekstensif
- Tim promotor
- Kolaborasi internasional

Riset Dosen/Akademisi

- Pengembangan ilmu pengetahuan
- Kenaikan jabatan akademik - Kontribusi pada institusi

- Bervariasi sesuai tujuan
- Biasanya mendalam
- Fokus pada bidang keahlian

- Moderat hingga tinggi
- Pengembangan ilmu
- Inovasi dalam pengajaran

- Artikel ilmiah - Buku ajar
- Paten/HKI
- Modul pembelajaran

- Tim peneliti
- Kolaborasi antar institusi
- Mahasiswa

Riset Praktisi/Profesional

- Pemecahan masalah praktis
- Pengembangan produk/layanan
- Peningkatan efisiensi bisnis

- Praktis dan aplikatif
- Fokus pada solusi
- Analisis berbasis kebutuhan

- Fokus pada implementasi
- Adaptasi dari teori yang ada - Inovasi dalam penerapan

- Laporan teknis
- White paper
- Produk/layanan baru
- SOP/manual

- Tim internal
- Konsultan

- Stakeholders

Riset Lembaga Riset

- Pengembangan kebijakan
- Inovasi teknologi
- Riset strategis nasional

- Sangat mendalam
- Multidisiplin
- Analisis komprehensif

- Sangat tinggi - Inovasi baru
- Terobosan ilmiah

- Publikasi ilmiah
- Paten
- Policy brief
- Produk inovatif

- Multi institusi
- Internasional

 - Lintas disiplin


Disclaimer: Tabel di atas memberikan gambaran umum dan dapat bervariasi tergantung kebijakan dan konvensi di masing-masing bidang ilmu dan institusi.

Bukan Cuma Satu Macam: Yuk, Kenali Ragam Jenis Riset!

Riset itu banyak jenisnya, lho! Kita bisa mengelompokkannya berdasarkan beberapa hal, seperti tujuan, metode, tingkat penjelasan, jenis data, waktu, dan tempat.

 1. Berdasarkan Tujuan:

Jenis Penelitian

Deskripsi

Penelitian Dasar (Basic Research)

Bertujuan untuk mengembangkan teori ilmiah, menambah pemahaman tentang suatu fenomena, dan membangun pengetahuan baru.

Penelitian Terapan (Applied Research)

Ditujukan untuk memecahkan masalah praktis, mencari solusi langsung untuk suatu isu, dan menghasilkan aplikasi praktis.

Penelitian Pengembangan (Research and Development/R&D)

Berfokus pada pengembangan produk, teknologi, atau metode baru yang dapat dimanfaatkan secara nyata.

Penelitian Evaluasi (Evaluation Research)

Bertujuan untuk menilai efektivitas suatu program, kebijakan, atau intervensi tertentu.

2. Berdasarkan Metode:

Jenis Penelitian

Deskripsi

Survei

Mengumpulkan data dari sampel yang representatif untuk menggambarkan karakteristik populasi.

Eksperimen

Menguji hubungan sebab-akibat dengan memanipulasi variabel independen dan mengukur pengaruhnya terhadap variabel dependen.

Naturalistik

Mengamati dan mencatat fenomena secara alami di lingkungan aslinya tanpa intervensi.

Policy Research

Menganalisis kebijakan publik, proses pembuatannya, implementasinya, dan dampaknya.

Action Research

Penelitian yang dilakukan bersamaan dengan tindakan untuk memecahkan masalah praktis di suatu konteks tertentu.

Evaluasi

Menilai efektivitas program, kebijakan, atau intervensi berdasarkan data dan kriteria tertentu.

Sejarah

Merekonstruksi dan menginterpretasi peristiwa masa lalu berdasarkan bukti-bukti sejarah.

Case Study

Mempelajari secara mendalam suatu kasus spesifik, individu, kelompok, atau fenomena tertentu.

Ex Post Facto

Menyelidiki hubungan sebab-akibat yang sudah terjadi di masa lalu tanpa memanipulasi variabel.

3. Berdasarkan Tingkat Eksplanasi:

Jenis Penelitian

Deskripsi

Deskriptif

Mendeskripsikan karakteristik suatu fenomena, populasi, atau situasi tertentu.

Komparatif

Membandingkan dua atau lebih fenomena untuk menemukan persamaan dan perbedaan.

Asosiatif

Mencari hubungan atau korelasi antar variabel tanpa menentukan hubungan sebab-akibat.

Kausal

Menyelidiki hubungan sebab-akibat antar variabel, di mana satu variabel mempengaruhi variabel lainnya.

4. Berdasarkan Jenis Data:

Jenis Penelitian

Deskripsi

Kuantitatif

Menggunakan data numerik yang dianalisis dengan metode statistik.

Kualitatif

Menggunakan data naratif, teks, gambar, atau audio yang dianalisis dengan metode interpretatif.

Mixed Method

Menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.

5. Berdasarkan Waktu:

Jenis Penelitian

Deskripsi

Cross Sectional

Mengumpulkan data pada satu waktu tertentu untuk menggambarkan fenomena pada saat itu.

Longitudinal

Mengumpulkan data dari subjek yang sama dalam periode waktu yang panjang untuk melihat perubahan.

6. Berdasarkan Tempat:

Jenis Penelitian

Deskripsi

Penelitian Lapangan

Dilakukan di lokasi atau lingkungan alami di mana fenomena terjadi.

Penelitian Laboratorium

Dilakukan di laboratorium dengan kontrol ketat terhadap variabel.

Penelitian Perpustakaan

Bertumpu pada studi literatur, dokumen, dan sumber informasi lain yang relevan.

Tips Memilih Jenis Penelitian:

Memilih jenis penelitian yang tepat itu krusial banget! Nggak bisa sembarangan, ya. Pertimbangkan beberapa faktor ini sebelum menentukan jenis penelitian kamu:

  • Tujuan Penelitian: Apa yang ingin kamu capai dengan riset ini?
  • Rumusan Masalah: Pertanyaan spesifik apa yang ingin kamu jawab?
  • Sumber Daya: Apa saja sumber daya yang tersedia (dana, waktu, data, dll.)?
  • Keterbatasan: Apa saja keterbatasan yang mungkin kamu hadapi?
  • Target Hasil: Output apa yang ingin kamu hasilkan dari riset ini?

Penting diingat bahwa satu riset bisa saja masuk ke dalam beberapa kategori. Jadi, jangan takut untuk mengeksplorasi dan menggabungkan beberapa jenis penelitian jika memang dibutuhkan.

Trus Mulai dari Mana Nih? Tentukan Posisi Risetmu! 🧭

Sebelum mulai meneliti, penting banget untuk tahu posisi penelitian kita di antara penelitian-penelitian yang sudah ada. Ini ibarat memetakan wilayah asing sebelum menjelajahinya. Bayangin aja kalau kamu mau menjelajahi hutan belantara tanpa peta dan kompas. Bisa-bisa malah nyasar, muter-muter di tempat, atau malah udah ada yang nemu duluan tempat yang mau kamu tuju! 🌳

Nah, menentukan posisi penelitian ini bisa dilakukan dengan studi literatur. Gimana caranya? Tenang, kita bahas tuntas di postingan selanjutnya! 😉

Penasaran? Yuk, Subscribe blog ini dan aktifkan notifikasinya biar nggak ketinggalan update terbaru seputar riset!

Bagikan juga artikel ini ke teman-temanmu yang lagi berjuang dengan penelitian. Siapa tahu bermanfaat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Visi Pendidikan Anak: Ikhtiar Implementasi Madrasah Ula

The Quiet Parallel System: How Indonesian Parents Stopped Waiting for School to Be Enough

Bahagianya Seorang Hamba