Level Up Skill Riset: Mulai dari Menguasai Informasi Dasar Riset Ini
Holaa, Yeni disini! 👋
Tulisan ini adalah bagian dari seri informasi dasar penelitian.
Series lengkap tentang fundamental riset:
📍 Informasi Dasar Riset [tulisan ini]
Tulisan kali ini merupakan informasi dasar tentang riset. termasuk di dalamnya penelitian akademik baik penelitian Tugas Akhir, Thesis, Disertasi hingga Penelitian yang dikerjakan oleh dosen sebagai akademisi. Semoga bisa saya jelaskan dengan simpel dan mudah dipahami. Kita bakal bahas mulai dari apa itu penelitian sampai gimana cara mulainya.
Penelitian itu apa ?
Simpelnya
penelitian itu "Proses Menemukan Jawaban Atas Sebuah Pertaanyaan". Inget
ada proses ya.. jadi sebuah pertanyaan tidak dijawab berdasarkan
asumsi saja. Penelitian disebut juga riset yang berasal dari kata research
(re = kembali, search = mencari).
Well, pertanyaan
berikutnya riset seperti apa yang berkualitas ?
Riset berkualitas
yang paling dasar adalah diawali Pertanyaan yang original dan fresh,
belum ada yang jawab sebelumnya dan Proses menemukan jawabnya
kokoh, jelas dan bisa dipraktekan kembali oleh orang lain. Jadi semakin original dan fresh pertanyaannya dan semakin kokoh dan aplicabel semakin berkualitas riset tersebut. Oleh karena
itu riset digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan karena dapat
menghasilkan jawaban-jawaban yang merupakan pengetahuan baru.
Siapa Saja yang Melakukan Riset?
Riset bisa
dilakukan oleh Mahasiswa (skripsi, tesis, disertasi), Dosen dan akademisi,
Praktisi dan profesional, Peneliti di lembaga riset. Untuk memahaminya
lebih lanjut, simak tabel perbedaannya berikut:
|
Peneliti |
Tujuan |
Kedalaman |
Originalitas |
Hasil |
Kolaborasi |
|
Mahasiswa S1 |
- Membuktikan pemahaman metodologi riset
dasar |
- Dasar/fundamental - Fokus pada satu
aspek spesifik |
- Minimal Dapat mereplikasi riset yang
ada |
- Laporan riset (Skripsi) |
-
Minimal Pembimbing utama |
|
Mahasiswa S2 |
- Mengembangkan teori/konsep yang ada |
- Lebih
mendalam - Multi aspek - Analisis kompleks |
- Moderat |
- Tesis |
- Tim
pembimbing |
|
Mahasiswa S3 |
- Menemukan teori/konsep baru |
- Sangat mendalam |
- Tinggi |
- Disertasi |
- Ekstensif |
|
Riset Dosen/Akademisi |
- Pengembangan ilmu pengetahuan |
- Bervariasi sesuai tujuan |
- Moderat hingga tinggi |
- Artikel ilmiah - Buku ajar |
- Tim peneliti |
|
Riset Praktisi/Profesional |
- Pemecahan masalah praktis |
- Praktis dan aplikatif |
- Fokus pada implementasi |
- Laporan
teknis |
- Tim
internal -
Stakeholders |
|
Riset Lembaga Riset |
- Pengembangan kebijakan |
- Sangat mendalam |
- Sangat tinggi - Inovasi baru |
- Publikasi
ilmiah |
- Multi institusi -
Lintas disiplin |
Bukan Cuma Satu Macam: Yuk, Kenali Ragam Jenis Riset!
Riset itu banyak
jenisnya, lho! Kita bisa mengelompokkannya berdasarkan beberapa hal, seperti
tujuan, metode, tingkat penjelasan, jenis data, waktu, dan tempat.
1. Berdasarkan Tujuan:
|
Jenis Penelitian |
Deskripsi |
|
Penelitian Dasar (Basic Research) |
Bertujuan untuk mengembangkan teori
ilmiah, menambah pemahaman tentang suatu fenomena, dan membangun pengetahuan
baru. |
|
Penelitian Terapan (Applied Research) |
Ditujukan untuk memecahkan masalah
praktis, mencari solusi langsung untuk suatu isu, dan menghasilkan aplikasi
praktis. |
|
Penelitian Pengembangan (Research and Development/R&D) |
Berfokus pada pengembangan produk,
teknologi, atau metode baru yang dapat dimanfaatkan secara nyata. |
|
Penelitian Evaluasi (Evaluation Research) |
Bertujuan untuk menilai efektivitas
suatu program, kebijakan, atau intervensi tertentu. |
2. Berdasarkan Metode:
|
Jenis Penelitian |
Deskripsi |
|
Survei |
Mengumpulkan data dari sampel yang
representatif untuk menggambarkan karakteristik populasi. |
|
Eksperimen |
Menguji hubungan sebab-akibat dengan
memanipulasi variabel independen dan mengukur pengaruhnya terhadap variabel
dependen. |
|
Naturalistik |
Mengamati dan mencatat fenomena secara
alami di lingkungan aslinya tanpa intervensi. |
|
Policy Research |
Menganalisis kebijakan publik, proses
pembuatannya, implementasinya, dan dampaknya. |
|
Action Research |
Penelitian yang dilakukan bersamaan
dengan tindakan untuk memecahkan masalah praktis di suatu konteks tertentu. |
|
Evaluasi |
Menilai efektivitas program, kebijakan,
atau intervensi berdasarkan data dan kriteria tertentu. |
|
Sejarah |
Merekonstruksi dan menginterpretasi
peristiwa masa lalu berdasarkan bukti-bukti sejarah. |
|
Case Study |
Mempelajari secara mendalam suatu kasus
spesifik, individu, kelompok, atau fenomena tertentu. |
|
Ex Post Facto |
Menyelidiki hubungan sebab-akibat yang
sudah terjadi di masa lalu tanpa memanipulasi variabel. |
3. Berdasarkan Tingkat Eksplanasi:
|
Jenis Penelitian |
Deskripsi |
|
Deskriptif |
Mendeskripsikan karakteristik suatu
fenomena, populasi, atau situasi tertentu. |
|
Komparatif |
Membandingkan dua atau lebih fenomena
untuk menemukan persamaan dan perbedaan. |
|
Asosiatif |
Mencari hubungan atau korelasi antar
variabel tanpa menentukan hubungan sebab-akibat. |
|
Kausal |
Menyelidiki hubungan sebab-akibat antar
variabel, di mana satu variabel mempengaruhi variabel lainnya. |
4. Berdasarkan Jenis Data:
|
Jenis Penelitian |
Deskripsi |
|
Kuantitatif |
Menggunakan data numerik yang dianalisis
dengan metode statistik. |
|
Kualitatif |
Menggunakan
data naratif, teks, gambar, atau audio yang dianalisis dengan metode
interpretatif. |
|
Mixed Method |
Menggabungkan metode kuantitatif dan
kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. |
5. Berdasarkan Waktu:
|
Jenis Penelitian |
Deskripsi |
|
Cross Sectional |
Mengumpulkan data pada satu waktu
tertentu untuk menggambarkan fenomena pada saat itu. |
|
Longitudinal |
Mengumpulkan data dari subjek yang sama
dalam periode waktu yang panjang untuk melihat perubahan. |
6. Berdasarkan Tempat:
|
Jenis Penelitian |
Deskripsi |
|
Penelitian Lapangan |
Dilakukan di lokasi atau lingkungan
alami di mana fenomena terjadi. |
|
Penelitian Laboratorium |
Dilakukan di laboratorium dengan kontrol
ketat terhadap variabel. |
|
Penelitian Perpustakaan |
Bertumpu pada studi literatur, dokumen,
dan sumber informasi lain yang relevan. |
Tips Memilih Jenis Penelitian:
Memilih jenis penelitian yang tepat itu krusial banget! Nggak bisa sembarangan, ya. Pertimbangkan
beberapa faktor ini sebelum menentukan jenis penelitian kamu:
- Tujuan Penelitian: Apa yang ingin kamu capai
dengan riset ini?
- Rumusan Masalah: Pertanyaan spesifik apa yang
ingin kamu jawab?
- Sumber
Daya: Apa saja sumber daya yang tersedia (dana, waktu, data,
dll.)?
- Keterbatasan: Apa saja keterbatasan yang
mungkin kamu hadapi?
- Target Hasil: Output apa yang ingin kamu
hasilkan dari riset ini?
Penting diingat bahwa satu riset bisa saja masuk ke dalam beberapa kategori. Jadi, jangan takut untuk mengeksplorasi dan menggabungkan beberapa jenis penelitian jika memang dibutuhkan.
Trus Mulai dari Mana Nih? Tentukan Posisi Risetmu! 🧭
Sebelum mulai meneliti, penting banget untuk tahu posisi penelitian kita di antara penelitian-penelitian yang sudah ada. Ini ibarat memetakan wilayah asing sebelum menjelajahinya. Bayangin aja kalau kamu mau menjelajahi hutan belantara tanpa peta dan kompas. Bisa-bisa malah nyasar, muter-muter di tempat, atau malah udah ada yang nemu duluan tempat yang mau kamu tuju! 🌳
Nah, menentukan
posisi penelitian ini bisa dilakukan dengan studi literatur. Gimana
caranya? Tenang, kita bahas tuntas di postingan selanjutnya! 😉
Penasaran? Yuk, Subscribe blog ini dan aktifkan notifikasinya biar nggak ketinggalan update terbaru seputar riset!
Bagikan juga artikel ini ke teman-temanmu yang lagi berjuang dengan penelitian. Siapa tahu bermanfaat!

Komentar
Posting Komentar